Waskita Karya

Waskita Karya Tancap Gas Bangun 80 Huntara untuk Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana

Waskita Karya Tancap Gas Bangun 80 Huntara untuk Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana
Waskita Karya Tancap Gas Bangun 80 Huntara untuk Pemulihan Aceh Tamiang Pascabencana

JAKARTA - Pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan agar warga dapat kembali menempati hunian yang aman dan layak.

Pembangunan huntara dilakukan secara intensif selama 24 jam penuh, tanpa henti, untuk mempercepat proses penyerahan unit hunian kepada warga. Sebanyak 80 unit huntara direncanakan rampung dengan standar kenyamanan dan keamanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tahap Pembangunan Huntara dan Fasilitas Pendukung

Kawasan huntara dibangun melalui dua tahap, dengan tahap pertama telah menyelesaikan 30 unit hunian. Tahap kedua menargetkan penyelesaian 50 unit tambahan pada pertengahan Januari 2026, sehingga seluruh huntara dapat segera digunakan warga.

Setiap hunian memiliki ukuran 4,5×4,5 meter, dilengkapi fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan penghuni. Waskita Karya membangun empat unit MCK, masing-masing terdiri atas lima bilik, serta dua unit sewage treatment plant (STP) untuk pengolahan air limbah kawasan.

Selain itu, perseroan membangun satu unit musala berukuran 9×13,5 meter beserta area tempat wudu seluas 6,6×13 meter. Kawasan huntara juga dilengkapi dapur umum seluas 8×19 meter untuk mendukung kebutuhan logistik dan makanan bagi penghuni sementara.

Untuk menunjang operasional kawasan, delapan unit toren, drainase precast, serta sistem MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) turut dibangun. Langkah ini bertujuan menciptakan hunian yang nyaman sekaligus memenuhi standar teknis dan kesehatan lingkungan.

Infrastruktur Pendukung dan Aksesibilitas

Tidak hanya membangun hunian, Waskita Karya juga fokus pada pengembangan infrastruktur penunjang. Jalan pedestrian dan akses utama kawasan dibangun agar mobilitas warga dan distribusi logistik berjalan lancar.

Perbaikan akses ini juga memudahkan evakuasi serta transportasi logistik, termasuk pengiriman bahan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat. Konektivitas yang baik menjadi kunci bagi pemulihan cepat pascabencana di Aceh Tamiang.

Selain itu, Waskita Karya menyiapkan alat berat seperti excavator dan dump truck untuk pembersihan lumpur dan sampah akibat longsor. Truk tangki air bersih juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang krusial bagi warga terdampak.

Sinergi dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan

Kegiatan pembangunan huntara ini dilakukan berkolaborasi dengan Danantara dan Badan Pengaturan (BP) BUMN. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, meninjau langsung lokasi pembangunan untuk memastikan proses berjalan lancar.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyatakan, “Para insan Waskita di lapangan bekerja sepenuh hati demi membangkitkan kembali kawasan Aceh Tamiang.” Perseroan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pembangunan huntara sesuai kebutuhan masyarakat.

Waskita Karya juga berkomitmen mengawal pemulihan pascabencana hingga masyarakat dapat kembali hidup normal. Sinergi ini diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan meminimalisir dampak sosial serta ekonomi pascabencana.

Bantuan dan Dukungan Logistik

Selain membangun huntara, Waskita Karya menyalurkan berbagai bantuan langsung bagi warga terdampak. Bantuan meliputi ratusan paket sembako, kasur lipat, selimut, tikar, perlengkapan bayi dan wanita, alat mandi, serta pakaian orang dewasa.

Puluhan alat berat juga dikirim untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor. Truk tangki air bersih dipergunakan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi, mengingat ketersediaan air bersih merupakan prioritas utama pascabencana.

Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen Waskita Karya dalam penanganan pascabencana yang holistik. Tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki akses serta infrastruktur pendukung.

Pembangunan huntara menjadi bukti nyata kesiapan Waskita Karya dalam menghadapi kondisi darurat. Intensitas kerja 24 jam penuh menunjukkan dedikasi tinggi para pekerja untuk memberikan solusi cepat bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, pembangunan huntara berstandar layak huni juga menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko bencana. Dengan hunian yang aman, warga dapat terhindar dari dampak langsung bencana di masa mendatang.

Fokus Waskita Karya tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitas hunian. Setiap unit huntara dirancang agar nyaman, aman, dan memenuhi kebutuhan dasar penghuni, termasuk sistem sanitasi dan akses air bersih.

Pemantauan dan evaluasi pembangunan dilakukan secara berkala oleh tim lapangan dan manajemen pusat. Hal ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal saat warga menempati hunian sementara.

Dengan rampungnya huntara, masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak. Ini menjadi langkah awal bagi pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis warga Aceh Tamiang.

Selain itu, Waskita Karya juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan kawasan. Infrastruktur pendukung dirancang dengan memperhatikan drainase dan pengelolaan limbah untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Penyediaan fasilitas ibadah dan dapur umum juga mendukung kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat. Musala dan tempat wudu serta dapur umum dirancang agar bisa digunakan secara efisien untuk semua penghuni.

Langkah cepat Waskita Karya dalam pembangunan huntara di Aceh Tamiang menjadi contoh respons tanggap darurat perusahaan BUMN. Kerja sama lintas pihak, mulai dari pemerintah hingga mitra konstruksi, mempercepat pemulihan pascabencana.

Dengan target rampung pertengahan Januari 2026, huntara diharapkan mampu menampung seluruh warga terdampak. Hal ini memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat untuk kembali menata kehidupan pascabencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index