Kemdiktisaintek

Kemdiktisaintek Dorong Lahirnya Industri Baru Berbasis Teknologi

Kemdiktisaintek Dorong Lahirnya Industri Baru Berbasis Teknologi
Kemdiktisaintek Dorong Lahirnya Industri Baru Berbasis Teknologi

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mendorong lahirnya lima hingga enam industri baru berbasis teknologi mutakhir di Indonesia. 

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menekankan bahwa kolaborasi ini penting untuk memperkuat kapasitas industri nasional yang selama ini masih didominasi oleh perusahaan berskala kecil. Menurut Fauzan, keterbatasan teknologi menjadi salah satu hambatan utama pengembangan industri dalam negeri.

“Kita ingin mengembangkan 5-6 industri kuat di mana pengembangannya berbasis teknologi. Nah pengembangannya kita akan bekerja sama, karena memang kan sekarang kalau supply chain itu tidak bisa lagi cuma di dalam negeri, harus ada hubungan dengan industri di luar,” kata Fauzan.

Fokus pada Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dan Transfer Teknologi

Salah satu sektor yang menjadi fokus pengembangan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Fauzan menjelaskan bahwa potensi pengembangan PLTSa di Indonesia masih besar, dan kerja sama internasional memungkinkan transfer teknologi yang lebih efektif.

“Kita melihat jumlah PLTSa di Indonesia ini akan bertambah nanti ke depannya. Supaya kita tidak hanya menggunakan atau membeli teknologi dari luar, tetapi dalam perjalanannya kita mengembangkan sendiri juga, mengadopsi,” jelas Fauzan.

Selain itu, proses transfer teknologi akan melibatkan sumber daya manusia Indonesia secara aktif, bekerja berdampingan dengan perusahaan asing. 

Langkah ini diharapkan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kondisi lokal, sekaligus membangun kapasitas nasional secara berkelanjutan. Fauzan menekankan bahwa kolaborasi ini bersifat win-win solution, menguntungkan kedua belah pihak.

Ekspansi ke Industri Semikonduktor dan Hilirisasi Mineral

Menteri Kemdiktisaintek Brian Yuliarto menambahkan bahwa kolaborasi riset tidak hanya terbatas pada PLTSa. Industri lain seperti semikonduktor, silikon, sel surya, hingga hilirisasi mineral juga menjadi prioritas pengembangan.

“Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya dan juga industrinya kita akan libatkan,” tutur Brian.

Menteri Brian menekankan pentingnya melibatkan akademisi dan pakar industri dalam proses pengembangan. Dengan cara ini, pengetahuan riset yang ada di perguruan tinggi dapat dimanfaatkan secara langsung dalam industri, sekaligus menciptakan generasi profesional yang siap mengoperasikan teknologi mutakhir.

Target Industri Baru dan Harapan Jangka Pendek

Kemdiktisaintek menargetkan industri baru tersebut dapat lahir dalam satu hingga dua tahun mendatang. Proses ini mencakup identifikasi teknologi unggulan, pelatihan sumber daya manusia, dan pengembangan prototipe awal. 

Pendekatan ini diharapkan memperkuat ekosistem inovasi nasional, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong Indonesia menjadi pemain penting dalam sektor teknologi global.

“Kita ingin mengembangkan industri berbasis teknologi yang kuat dan berkelanjutan, melalui kerja sama internasional dan pemanfaatan potensi sumber daya manusia Indonesia,” kata Fauzan.

Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. 

Dengan dukungan riset, akademisi, dan pihak industri, pemerintah berharap lahirnya industri baru tidak hanya menciptakan produk inovatif, tetapi juga lapangan kerja dan peluang investasi.

Brian menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif ini akan memastikan hasil riset dapat langsung diterapkan di industri, sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium. 

Upaya ini sejalan dengan visi nasional untuk menciptakan ekosistem industri berbasis riset yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index