JAKARTA - Industri food and beverage di Indonesia masih menyimpan peluang pertumbuhan yang besar seiring bertambahnya jumlah penduduk.
Kondisi ini menjadi landasan optimisme PT Sarimelati Kencana Tbk dalam memandang prospek bisnis ke depan. Namun demikian, perusahaan tetap mencermati pemulihan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Pemulihan konsumsi rumah tangga dinilai masih berlangsung bertahap dan memerlukan kehati-hatian. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di sektor makanan dan minuman. Perseroan menilai strategi adaptif sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kinerja.
Di tengah dinamika tersebut, Sarimelati Kencana tetap melihat ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada pengelolaan bisnis yang sehat dan terukur. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Strategi Penguatan Fundamental Perusahaan
Manajemen Sarimelati Kencana menempatkan penguatan fundamental sebagai prioritas utama. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi, inovasi produk, dan perbaikan kualitas layanan. Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan.
Perusahaan juga menegaskan sikap selektif dalam menjalankan ekspansi dan diversifikasi. Setiap langkah pengembangan bisnis dilakukan dengan perhitungan matang. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan.
Inovasi terus didorong agar produk tetap relevan dengan selera konsumen. Peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian untuk menjaga loyalitas pelanggan. Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya memperkuat posisi di industri F&B nasional.
Perbaikan Kinerja dan Turnaround Positif
Kinerja Sarimelati Kencana menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang tahun 2025. Setelah mengalami kerugian pada 2024, perusahaan berhasil membukukan laba pada 2025. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan strategi pemulihan kinerja.
Pada kuartal III 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp15,91 miliar. Capaian tersebut berbalik dari kondisi rugi Rp96,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan pengelolaan bisnis yang lebih efektif.
Manajemen optimistis tren positif tersebut dapat berlanjut pada 2026. Kepercayaan diri ini didukung oleh kinerja operasional yang semakin solid. Perusahaan menilai momentum pemulihan telah terbentuk dengan baik.
Pertumbuhan Penjualan dan Kinerja Segmen
Peningkatan laba sejalan dengan pertumbuhan penjualan perusahaan secara tahunan. Hingga kuartal III 2025, penjualan tercatat tumbuh 11,17 persen menjadi Rp2,26 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,03 triliun.
Segmen makanan menjadi kontributor utama penjualan perusahaan. Penjualan segmen ini mencapai Rp2,13 triliun atau naik 12,14 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menunjukkan permintaan yang tetap kuat pada produk makanan.
Sementara itu, segmen minuman mencatatkan penjualan sebesar Rp128,7 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan 2,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, segmen ini tetap menjadi bagian dari portofolio bisnis perusahaan.
Fokus Investasi dan Target Kinerja 2026
Dari sisi belanja modal, Sarimelati Kencana menyiapkan alokasi capex untuk tahun 2026. Dana tersebut difokuskan pada peremajaan dan modernisasi outlet. Tujuannya agar tampilan gerai tetap segar dan sesuai dengan tren konsumen.
Selain itu, belanja modal juga diarahkan pada pengembangan teknologi. Implementasi teknologi diharapkan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional outlet. Langkah ini dinilai penting dalam mendukung kinerja jangka panjang.
Sepanjang 2026, strategi perusahaan akan menitikberatkan pada penguatan sistem operasional. Inovasi produk dan kolaborasi dengan pihak eksternal juga terus didorong. Manajemen optimistis penjualan dan profitabilitas 2026 akan meningkat dibandingkan 2025.