BBM

Harga BBM Terbaru Awal Januari 2026 Stabil Pertalite Bertahan Pertamax Tetap Diminati

Harga BBM Terbaru Awal Januari 2026 Stabil Pertalite Bertahan Pertamax Tetap Diminati
Harga BBM Terbaru Awal Januari 2026 Stabil Pertalite Bertahan Pertamax Tetap Diminati

JAKARTA - Memasuki pekan kedua Januari 2026, perhatian masyarakat kembali tertuju pada perkembangan harga bahan bakar minyak. 

Informasi ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan aktivitas harian, mobilitas kerja, hingga perencanaan perjalanan jarak jauh. Di tengah berbagai isu energi global, harga BBM dalam negeri pada Jumat, 9 Januari 2026, terpantau relatif stabil tanpa kejutan berarti.

Stabilitas harga BBM di awal tahun memberi kepastian bagi pengguna kendaraan bermotor. Banyak pengendara memanfaatkan informasi ini untuk menyesuaikan pengeluaran rutin sekaligus menentukan jenis BBM yang paling sesuai dengan kebutuhan kendaraan mereka. Kondisi tersebut membuat daftar harga BBM selalu menjadi topik yang ramai dicari, terutama pada awal bulan dan awal tahun.

Hingga saat ini, harga BBM yang berlaku di SPBU Pertamina masih mengacu pada penyesuaian per 1 Januari 2026. Artinya, belum ada perubahan lanjutan yang memengaruhi harga jual BBM subsidi maupun non-subsidi. Situasi ini memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap beraktivitas tanpa beban tambahan dari sisi bahan bakar.

Selain faktor ekonomi rumah tangga, stabilnya harga BBM juga berpengaruh pada sektor transportasi dan logistik. Kepastian harga membantu pelaku usaha menjaga perencanaan biaya operasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi di awal tahun.

Harga BBM subsidi masih bertahan tanpa perubahan

Untuk BBM bersubsidi, pemerintah masih mempertahankan harga pada level sebelumnya. Kebijakan ini menjadi penopang utama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari, khususnya kelompok pengguna dengan mobilitas tinggi.

Pertalite dengan RON 90 hingga Jumat, 9 Januari 2026, masih dijual di kisaran Rp 10.000 per liter. Harga tersebut belum mengalami penyesuaian sejak awal tahun, sehingga tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna kendaraan roda dua dan mobil dengan spesifikasi standar.

Sementara itu, Solar Subsidi atau Biosolar juga belum mengalami perubahan harga. BBM jenis ini masih dipasarkan dengan harga Rp 6.800 per liter. Stabilnya harga Solar Subsidi sangat penting bagi sektor transportasi barang dan angkutan umum yang sangat bergantung pada bahan bakar jenis ini.

Kondisi harga BBM subsidi yang tidak berubah memberikan rasa aman bagi masyarakat. Selain membantu menjaga daya beli, kebijakan ini juga berperan dalam menekan potensi kenaikan biaya transportasi yang bisa berdampak pada harga kebutuhan pokok.

Daftar harga BBM non-subsidi awal Januari

Di luar BBM bersubsidi, masyarakat juga memiliki berbagai pilihan BBM non-subsidi yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin kendaraan. Harga BBM non-subsidi pada awal Januari 2026 masih berada pada level yang sama seperti awal bulan.

Pertamax dengan RON 92 dijual dengan harga Rp 12.350 per liter. BBM ini kerap dipilih oleh pengguna mobil pribadi karena dianggap mampu memberikan performa mesin yang lebih halus dan efisien dibandingkan BBM dengan RON lebih rendah.

Pertamax Green 95 dipasarkan di kisaran Rp 13.150 per liter. Produk ini menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan BBM dengan oktan lebih tinggi serta kandungan yang lebih ramah lingkungan.

Untuk kebutuhan performa lebih tinggi, Pertamax Turbo dengan RON 98 masih dipatok sekitar Rp 13.400 per liter. BBM ini biasanya digunakan pada kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu yang membutuhkan oktan tinggi.

Sementara pada segmen diesel non-subsidi, Dexlite berada di kisaran Rp 13.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex dijual sekitar Rp 13.600 per liter. Harga ini dapat sedikit berbeda antarwilayah, tergantung kebijakan pajak daerah dan biaya distribusi.

Alasan harga BBM awal tahun banyak dicari

Setiap awal tahun, informasi harga BBM hampir selalu menjadi kata kunci yang ramai dicari masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan pemerintah melakukan penyesuaian harga pada periode tertentu, termasuk pergantian tahun.

Pengendara ingin memastikan apakah terjadi kenaikan atau penurunan harga dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Informasi tersebut kemudian dijadikan dasar dalam menyusun anggaran transportasi bulanan maupun tahunan.

Selain itu, harga BBM juga sering memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih jenis kendaraan atau pola penggunaan transportasi. Pada kondisi harga stabil, banyak pengguna cenderung mempertahankan kebiasaan lama tanpa perlu melakukan penyesuaian signifikan.

Awal tahun juga identik dengan meningkatnya mobilitas, baik untuk keperluan kerja maupun perjalanan pribadi. Oleh karena itu, kepastian harga BBM menjadi faktor penting dalam perencanaan aktivitas tersebut.

Pilihan BBM menyesuaikan kebutuhan pengguna

Di lapangan, kebiasaan pengguna BBM sangat beragam dan umumnya disesuaikan dengan kondisi kendaraan serta kebutuhan harian. Faktor harga memang menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya alasan dalam menentukan pilihan BBM.

Sebagian besar pengguna sepeda motor masih mengandalkan Pertalite karena harganya lebih terjangkau dan sesuai dengan spesifikasi mesin. BBM ini dianggap cukup memenuhi kebutuhan mobilitas harian dengan biaya yang relatif ringan.

Sementara itu, pengguna mobil pribadi cenderung memilih Pertamax atau varian di atasnya. Pilihan ini biasanya didasarkan pada kenyamanan berkendara, performa mesin, serta pertimbangan jangka panjang terkait perawatan kendaraan.

Untuk kendaraan diesel, pengguna angkutan barang dan mobil pribadi berbahan bakar solar menyesuaikan pilihan antara BBM subsidi dan non-subsidi sesuai kebutuhan operasional dan efisiensi mesin.

Stabilitas harga BBM beri kepastian di awal tahun

Harga BBM terbaru per Jumat, 9 Januari 2026, menunjukkan kondisi yang relatif stabil di awal tahun. Baik BBM subsidi maupun non-subsidi belum mengalami perubahan, sehingga masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.

Dengan Pertalite yang tetap bertahan di harga Rp 10.000 per liter dan Pertamax yang masih menjadi opsi populer, pengguna kendaraan memiliki fleksibilitas dalam memilih bahan bakar sesuai kebutuhan dan anggaran.

Stabilitas ini juga memberikan sinyal positif bagi sektor transportasi dan perekonomian secara umum. Selama harga BBM terjaga, tekanan terhadap biaya hidup dan biaya logistik dapat diminimalkan.

Ke depan, masyarakat tetap diimbau untuk memantau informasi resmi terkait harga BBM. Dengan mengikuti perkembangan terbaru, pengguna kendaraan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index